-->

De Lima Coffee Saumlaki Suguhkan Kopi Organik Pilihan

De Lima Coffee Saumlaki Suguhkan Kopi Organik PilihanSAUMLAKI, LELEMUKU.COM – De Lima coffee di Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku menyuguhkan kopi organik yang langsung diambil dari petani kopi di Provinsi Yogjakarta.

Menurut Manager yang juga pengolah dan penyaji kopi atau Barista dari De Lima Coffee, Vincensius Helmy Nomenso Nahak, kopi organik dalam proses produksinya sama sekalai tidak memakai bahan kimia buatan, seperti penggunaan pestisida saat penanaman ataupun pemberian pengawet serta pemakaian alat dan mesin yang ramah lingkungan saaat pengolahannya.

“Yang jelasnya kopi organik ini kami ambil dari petani lokal. Setelah itu, kami roasting kami masak, kemudian disajikan di secangkir kopi itu. Dibalik pengolahannya sendiri paling kami senang si manual brewing itu dengan alat-alat manual, tidak pake mesin jadi kami mengelolah itu sendiri hingga menjadi kopi hitam,” kata Helmy saat diwawancarai Lelemuku.com, pada Sabtu (03/02).

Ia menyampaikan tujuan dari kedai kopi tersebut adalah  ingin memperkenalkan kopi kepada masyarakat Tanimbar. Dimana kopi sebenarnya banyak rasa, diantaranya asam, manis dan pahit.

“Masyarakat MTB masih berpikiran kalau kopi itu pahit dan harus ditambahkan yang manis-manis seperti gula dan susu kental manis. Kami juga mengerti masyarakat Tanimbar masih tidak semua orang suka kopi jadi kami juga ngejual yang selain kopi. Tapi tetap yang utamanya kami jual kopi.” jelas dia.

Manager Kedai Kopi De Lima ini mengungkapkan ada dua jenis kopi yang digunakan dalam meracik kopi yang mereka sajikan.

“Umumnya kami gunakan adalah Robusta dan Arabika. Kalau Robusta lebih yang ke pahit dan Arabika yang rasanya lebih kompleks, ada rasa asam dan beri,” ungkap ia.

Helmy menyampaikan yang menjadi favorit para pengunjung adalah kopi Americano karena rasanya yang manis. 

“Favorit disini adalah Americano ditambahkan dengan susu. Sebenarnya Americano ini kan fondasinya Ekspresso dengan 70 persen air panas, nah nanti kita tambahkan susu kental manis disitu, kenapa kita buat Americano susu seperti begini. Jadi kita mau awal-awal ngenalin dulu . Jadi yang paling banyak dipesan itu Americanno susu dan Moccacino itu coklat, susu da expresso  dicampur,” jelas dia.

Helmy menuturkan sejak kedai kopi tersebut dibuka pada tanggal 11 Januari 2018, respon dari masyarakat sangat positif. Awalnya pihaknya memberi edukasi tentang kopi kepada pengunjung.

“Awalnya mereka masih bingung , kopi ini seperti apa ya. Kita dari awal memberi menjelasan, pelan-pelan  edukasi dulu. Tanggapan masyarakat lebih pada tempatnya, belum kepada kopinya kita belum sampai ke situ. Tempatnya asik buat nongkrong.  Jadi dari mulut ke mulut, kebanyakkan costumer di sini dari tahu kedai ini dari mulut ke mulut,” tuturnya.

Helmy membeberkan meski fasilitas di kedai kopi tersebut belum banyak, namun ada kelebihan yang dapat diunggulkan dari kesederhanaan kedai tersebut, yakni penekanan pada konsep kedai kopi yang tenang dan hangat untuk menikmati kopi.

“Kenapa disini kita tidak ada live musik atau karaoke, karena saya berpikir orang yang mau datang ke sini mereka cari ketenangan, mereka ingin menikmati kopi, ingin ngobrol sama teman-temannya . Mungkin dalam 1 bulan kami sudah pasang wifi biar lebih santai,” bebernya.

Ia menyampaikan bahwa tante sendiri yang memodali usaha kedai kopi de lima tersebut dan nama kedai kopi inipun diambil dari nama neneknya, Rosa Delima. Kedai ini sudah dibangun sejak dua tahun lalu.

“Cuma waktu itu kan kami masih kekurangan pegawai. Pada waktu itu saya masih kuliah dan belum bisa bantu. Setelah lulus barulah saya kesini,” ungkap Helmy.

Berikut daftar menu yang ada di De Lima Coffee yang terbagi menjadi dua yaki kopi organik yang diolah secara manual diantara Coffee Americano, Americano Milk, Cappuccino, Cafe Latte dan Mochaccino, Pour Over/V60, French Press, Vietnam Drip, Tubruk. 

Selain kopi sajian lainnya adalah minuman non-kopi diantaranya Original Tea, Peach Tea, Lemon Tea, Green Tea, Red Velvet dan Chocolate. Serta  cemilan roti dan pisang yang manis dan lezat.  (Eva Bembuain/Aksamina Masela)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel