Pemuda di Maluku Tenggara Barat Kecam Maraknya Terorisme di Indonesia

Pemuda Tanimbar Kutuk dan Kecam Aksi Teror Bom di IndonesiaSAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Puluhan pemuda di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku melakukan aksi solidaritas mengutuk dan mengecam aksi teror bom di Surabaya dan mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membasmi terorisme di Indonesia pada Selasa (15/5).

Aksi yang digalang oleh beberapa perwakilan organisasi kepemudaan diantaranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemuda Katolik, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Pancasila dan Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu (STIMAS) dilaksanakan di Tugu Sukarno, Taman Kota Saumlaki.

Dalam orasinya yang dibaca oleh perwakilan organisasi, para pemuda ini menyatakan bahwa teror yang dilakukan oleh kelompok teroris di Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak beradab.

“Akhir-akhir ini tindakan non-kemanusiaan semakin tampak di Negara Indonesia. Baru beberapa hari negara berduka terkait penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh kawanan teroris di Mako Brimob, negara kembali dirudung duka oleh aksi teror di sejumlah titik kota di Surabaya,” ujar perwakilan KNPI.

Dikatakan aksi teror pada hari Minggu 13 Mei 2018 yang menyerang langsung tempat-tempat ibadah diantaranya Gereja Katolik Snata Perawan Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna serta bom bunuh diri di Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya dengan total korban mencapai  merupakan duka warga Indonesia.

“Kami menyatakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap korban yang meninggal dunia dan luka akibat bom bunuh diri tersebut. Kami mengecam keras tindakan teroris yang tidak berprikemanusiaan,” ujar mereka.

Selanjutnya pihaknya mendesak Presiden Joko Widodo untuk evaluasi kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri dalam menyelesaikan kasus terorisme di Indonesia.

“Tangkap dan adili pelaku tindakan teroris yang tidak berprikemanusiaan,” ujar para Pemuda.

Selanjutnya mereka mendesak Pemda dan Polres MTB dalam meningkatkan pengamanan di Kepulauan Tanimbar yang merupakan daerah perbatasan yang rawan menjadi alur persinggahan para teroris.


"Sehubungan dengan ditemukannya sebagian pelaku teroris dengan cadar, maka perlu dilakukan pemantauan khusus di Saumlaku guna menghindari hal yang sama di Surabaya. Kami mendesak Pemda MTB segera memeriksa data penduduk tetap dan sementara untuk menghindari adanya penyusup yang berpotensi terhadap tindakan terorisme,” ungkap orator.

Mereka juga mengajak semua elemen masyarakat untuk teguhkan persatuan dan kesatuan guna menghentikan pelemahan negara dari tindakan teror dengan memperkuat kedudukan dan pelaksanaan Undang-Undang Terorisme di DPR RI. (Anna Aurmatin)
Bagi ke WA Bagi ke G+