-->

Nelayan Temukan Ikan Buaya di Perairan Saumlaki [Ralat]

Nelayan Temukan Ikan Buaya di Perairan Saumlaki
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Redaksi Lelemuku mendapati bahwa informasi Ikan  Buaya yang sebelumnya diberitakan telah ditemukan di pesisir Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku oleh warga  pada Sabtu (7/7) merupakan informasi hoax.
Nelayan Temukan Ikan Buaya di Perairan Saumlaki [Ralat]
Hal ini didapat setelah, redaksi menelusuri database gambar tersebut yang ternyata digunakan oleh beberapa forum dan media online baik nasional maupun Asia Tenggara dalam dua hari terakhir ini.

Hasilnya, gambar tersebut pertama kali diposting dari laman forum NatureIsMetal pada website Reddit.com. Mayoritas warga Amerika yang ada menyatakan hewan  dengan warna coklat kemerahan ini adalah Ikan Aligator Gar atau Ikan Buaya yang merupakan hewan khas air tawar di sungai-sungai di Amerika Serikat dan Amerika Tengah.
Nelayan Temukan Ikan Buaya di Perairan Saumlaki [Ralat]
Hewan dengan nama latin, Atractosteus spatula ini merupakan spesies terbesar dari famili Gar atau Lepisosteidae yang masih tergolong dalam ikan. Dengan moncongnya yang berbentuk panjang ke depan layaknya seekor buaya. Wajar saja, karena moncongnya itulah ikan ini sering dikenal sebagai ikan dengan wajah buaya.

Ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai ukuran raksasa, tergantung pada varietasnya. Bahkan, saking besar ukurannya menjadikan ikan ini sebagai salah satu jenis ikan hias sekaligus ikan predator terbesar di dunia.

Walaupun berkarakter ganas dan mampu tumbuh hingga mencapai ukuran yang amat luar biasa, ternyata tidak menjadikan ikan asal benua Amerika ini hidup tanpa penggemar. Justru, ikan buaya ini terkenal sebagai ikan hias cantik yang telah tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Aligator Gar ini termasuk salah satu spesies ikan purba yang masih hidup hingga saat ini. Ikan Aligator Gar telah hidup sejak lebih dari 100 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu, ikan ini juga sering dijuluki sebagai ikan primitif atau fosil hidup.

Dengan adanya ralat ini, kami nyatakan isi berita sebelumnya sudah tidak berlaku lagi. (Albert Batlayeri)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel