-->

GPM Klasis Tansel Kukuhkan 96 Penatua dan Diaken Periode 2020-2025

SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Gereja Klasis Tanimbar (Tansel) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku melakukan pentahbisan kepada 96 majelis baru periode 2020 hingga 2025 di Gedung Gereja Ebenhaezer Saumlaki pada Minggu (12/01/2020).

Prosesi itu dipimpin oleh Ketua Jemaat GPM Saumlaki, Pdt. Ny. A. C. A. Sabono, S.Th dengan sebelumnya melakukan pembacaan surat keputusan yang berisi nama-nama majelis dan setiap orang melakukan mengakuan dihadapan jemaat tentang kesediaan menjalankan tugas sebagai penatua dan diaken selama lima tahun.

Dalam khotbahnya yang terambil di dalam kitab Yeremia 1:4-10 dengan perikob pembacaan ‘Yeremia Dipanggil dan Diutus’, Pendeta Sabono mengatakan pentahbisan itu telah menjadi tanda bahwa ada banyak warga jemaat yang bersedia melayani Tuhan dan persekutuan umat Kristen, walau dipenuhi dengan perasaan yang bercampur aduk.

“Tugas melayani untuk membawa kembali umat kepada Tuhan adalah tugas hakiki dari setiap utusan Tuhan, karena itu Tuhan memberanikan Yeremia seperi di dalam firman untuk melaksanakan tugas itu dengan memberi jaminan penyertaan Tuhan,” kata dia.

Sabono menambahkan seperti Firman Tuhan pada kitab Yeremia ayat ke-4 secara khusus berbicara tentang Firman Tuhan yang datang kepadanya. Dalam perjanjian lama Firman Allah itu adalah representasi dari Allah sendiri dan merupakan diri Allah sendiri yang memiliki kuasa yang menghidupkan dan membaharui serta membebaskan.

Selanjutnya, Allah yang berkuasa itu datang untuk memanggil Yeremia untuk melaksanakan tugas kenabian. Kata-kata dalam pembuka dalam panggilan dan pengutusan ini menggambarkan bahwa Allah tahu apa yang ada di hati Yeremia yaitu rasa takut dan rasa tidak mampu yang terungkap jelas dalam respon berwujud penolakan Yeremia.

Ia pun mengajak para majelis untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam menjalankan tugas pelayanan yang tidak mudah itu, seperti nabi Yeremia yang percaya seutuhnya kepada Tuhan, sebab mengandalkan Tuhan adalah kunci pembaharuan dan memegang janji Tuhan memampukan diri menjadi umat yang setia.

“Yang harus dilakukan oleh utusan Tuhan adalah membuka diri untuk dikuasai oleh Tuhan dan kehendak Tuhan, supaya ada kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas panggilan melayani. Mari kita bersyukur untuk para majelis yang baru dikukuhkan, semoga tugas mereka untuk menjadi utusan Allah yang membawa pembaruan dalam hidup jemaat dan masyarakat bisa dilaksanakan dengan baik khususnya memberi perubahan yang dimulai dari hati sebagai pusat hidup supaya umat semakin setia kepada Tuhan,” tutup Sabono.

Selain itu petahbisan terhadap para penatua dan diaken juga dilakukan diseluruh GPM di Maluku dan Maluku Utara (Malut). (Laura Sobuber)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel