-->

Prabowo Sebut Unicorn Bikin Uang Lari ke Luar Negeri, Keliru

Prabowo Sebut Unicorn Bikin Uang Lari ke Luar Negeri, KeliruJAKARTA, LELEMUKU.COM - Calon Presiden (Capres) Nomor 02 Prabowo Subianto menyebut unicorn atau perusahaan teknologi rintisan dengan nilai diatas USD 1 miliar  bisa membuat bisa membuat uang Indonesia lari ke luar negeri.

Hal ini dimulai saat Jokowi bertanya pada Prabowo mengenai unicorn. Namun usai menanyakan hal itu, nampaknya kurang dipahami oleh Prabowo mengenai maksud Jokowi.

"Unicorn, apa yang dimaksud unicorn?," tanya balik Prabowo. "Kalau ada unicorn ini akan mempercepat uang kita lari ke luar negeri," ujar dia di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Faktanya, tidak jelas apa maksud dari Prabowo. Namun, kehadiran unicorn justru bisa menjadi juru selamat perekonomian Indonesia karena besarnya nilai konsumsi dan investasi serta memberi efek ekonomi ke masyarakat lokal berkat digitalisasi ketenagakerjaan.

"Melalui workforce digitalization, kita harus berpikir bagaimana menciptakan lebih banyak lapangan kerja dengan memanfaatkan teknologi digital. Kemudian economic sharing, seperti yang telah dilakukan startup unicorn kita dan selanjutnya financial inclusion," ujar Menkominfo Rudiantara seperti diberitakan Liputan6.com.

Lebih lanjut, karena semakin berkembangnya dunia digital, maka penerimaan pajak negara pun semakin tinggi. Ini terlihat dari dibuatnya pajak e-commerce yang akan berlaku pada April mendatang. Para unicorn seperti Tokopedia dan Bukalapak pun dapat ditarik pajak.

Omongan Prabowo berbeda dari wakilnya, Sandiaga Uno, yang justru ingin ada 50 unicorn baru. "Sangat memungkinkan bisa hasilkan 10 unicorn dalam 3 tahun ke depan, dari 4 yang sudah ada saat ini dan jadi 50 unicorn dalam 5 tahun ke depan,” kata Sandiaga pada 21 November 2018.

Sebagai informasi, unicorn adalah perusahaan rintisan (start-up) yang memiliki valuasi USD 1 miliar. Indonesia memiliki empat startup: Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

Ekspansi startup ke luar negeri pun memberikan efek positif. Misal, Nikkei Asian Review mencatat ada Bytedance yang mengembangkan Tiktok. Perusahaan itu valuasinya semakin tinggi berkat Tiktok yang mendunia.

Contoh lain ada Spotify. Berkat Spotify yang mendunia, tak hanya valuasi perusahaan yang makin tinggi, tetapi Swedia, negara asal Spotify, semakin populer.

Sejauh ini, tak ada bukti ekspansi unicorn membuat uang "lari" ke luar negeri. Faktanya, pertumbuhan unicorn justru memberi dampak positif bagi negara asalnya.

Sandiaga Mimpi 50 Unicorn dalam 5 Tahun

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan Indonesia bisa saja memiliki 50 unicorn dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Unicorn adalah perusahaan start up yang telah memiliki valuasi di atas USD 1 miliar atau setara dengan Rp 13,5 triliun.

Adapun saat ini Indonesia baru memiliki 4 unicorn yaitu Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka. Sandiaga optimis startup lain yang saat ini menjamur di Indonesia mampu menjelma menjadi unicorn dalam waktu lima tahun ke depan.

“Sangat memungkinkan bisa hasilkan 10 unicorn dalam 3 tahun ke depan, dari 4 yang sudah ada saat ini dan jadi 50 unicorn dalam 5 tahun ke depan,” kata Sandiaga dalam acara Indonesian Economic Forum bertajuk "Connecting Indonesia: A New Five Year Agenda” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11).

Untuk mewujudkan 50 startup dalam lima tahun, Sandiaga menyebutkan pemerintah harus mendorong dengan cara menerbitkan regulatory framework atau kebijakan-kebijakan yang mempermudah startup tumbuh berkembang.

Saat ini, lanjutnya, pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah masih cukup banyak salah satunya mempermudah perizinan bagi startup.

Tidak hanya itu, Sandiaga juga ingin agar startup dapat diberi pendampingan yang tepat agar mampu tumbuh menjadi unicorn.“Kami ingin berikan pelatihan dan pendampingan karena salah satu yang menghambat mereka tumbuh adalah tidak punya skill site yang tepat,” ujarnya. (Cekfakta.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel