-->

Discovery Channel Siarkan Pembukaan Sarkofagus Mumi Mesir Berumur Ribuan Tahun

Discovery Channel Siarkan Pembukaan Sarkofagus Mumi Mesir Berumur Ribuan Tahun WASHINGTON, LELEMUKU.COM — Stasiun televisi Discovery Channel, Minggu (7/4), menyiarkan secara langsung pembukaan sarkofagus berusia ribuan tahun yang berisi mumi pendeta tinggi Mesir dalam siaran berdurasi dua jam.

Arkeolog baru-baru ini menemukan jaringan lubang sempit vertikal di lokasi, yang menuju terowongan-terowongan dan makam-makam yang berisi 40 mumi. Mumi-mumi tersebut “diyakini sebagai bagian kalangan bangsawan elit.”

 Mumi firaun anak laki-laki, Raja Tutankhamun, dipamerkan dalam makam yang baru direnovasi di Lembang Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019.

Setelah mengeksplorasi makam-makam lainnya, mereka memasuki sebuah ruangan yang berisi sarkofagus berhias ukiran rumit. Ketika menuju ruangan, mereka juga menemukan patung-patung, azimat-azimat, tabung-tabung untuk menyimpan organ tubuh, termasuk yang sudah membusuk dalam sebuah kerangka.

Butuh beberapa orang untuk membuka sarkofagus tersebut.Dan upaya tersebut tidak sia-sia: di dalam ditemukan mumi dalam keadaan prima terbungkus kain linen, dan dikelilingi harta karun, termasuk emas.

“Saya tidak percaya. Ini luar biasa,” seru Zahi Hawas, seorang arkeolog Mesir dan mantan menteri purba kala. Dia yang bertanggung jawab atas ekspedisi tersebut yang dipandu oleh Josh Gates, petualang dari Amerika Serikat.

Gates mengatakan mumi tersebut adalah pendeta tinggi Thoth, dewa kebijaksanaan dan sihir Mesir kuno dan berasal dari dinasti ke-26, dinasti asli Mesir yang berkuasa hingga 525 sebelum Masehi.

 Para ahli arkeologi membuka tutup sarkofogus dalam makam TT33 di Luxor, Mesir, 24 November 2018.

“Hingga akhir masa Mesir Kuno, kekuasaan berada di tangan pendeta tinggi dan Anda bisa melihat hal ini...terasa seperti pemakaman kerajaan,” kata Gates.

Kairo berupaya mempromosikan penemuan-penemuan arkeologi di seluruh negara tersebut untuk mendongkrak sektor pariwisata yang terdampak krisis politik untuk menumbangkan Presiden Hosni Mubarak pada 2011.(AFP-VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel